Search This Blog

Friday, August 30, 2019

Sinopsis Coffee and Vanilla episod 5 part 3


All content from MBS




Ponsel Risa bunyi. Sebenarnya Risa nggak ingin mengangkatnya karena ada Fukami. Tapi ternyata Fukami nggak masalah dan mempersilakannya.

Naccan nelpon. Katanya dia nungguin Risa habis pemotretan.

Fukami tahu-tahu meluk Risa dan menciumi lehernya. Bikin dia nggak leluasa ngomong sama Naccan.

Risa memberitahu kalo pemitretannya lancar.

Fukami iseng menggelitiki leher Risa.

Naccan memberitahu kalo dia jatuh cinta pada pandangan pertama.

Risa kaget.


Lagi hujan. Risa datang ke kafe buat ketemuan sama Naccan. Dia lega akhirnya Naccan memberitahunya kalo lagi di Tokyo. Dan ternyata Naccan sudah 2 bulan ada di Tokyo.

Risa kaget. 2 bulan dan dia baru ngasih tahu?

Naccan minta maaf. Katanya sangat sulit buat ngasih tahu Risa. Dia tahu apa yang akan Risa pikirkan. Saat hanya yang masuk Universitas di Tokyo sebenarnya dia sudah menyerah.

Naccan mengaku nggak bisa melupakan keinginannya buat tinggal di Tokyo. Dia janji nggak akan cerita tentang kuliahnya jadi jangan takut akan perasaannya.




Mereka duduk bersama. Naccan mengingatkan kalo sahabat nggak berbohong satu sama lain.

Risa mengaku senang Naccan ada disana. Dia kesepian tanpa Naccan.

Naccan mengaduk minumannya. Sekarang ada dia dan Fukami juga.

Risa mengangguk. Lah dia baru ingat kalo kemarin pas di telpon Naccan bilang katanya lagi jatuh cinta.

Naccan baru ingat. Dia memberitahu kalo pria itu sangat tampan, tinggi juga baik. Ia merasa kalo keputusannya datang ke Tokyo adalah keputusan yang tepat. Rasanya kayak takdir.

Risa senang dengarnya. Dia jadi pingin ketemu sama pria itu.

Naccan juga jadi pingin ketemu sama Fukami.



Naccan tiba-tiba bangkit. Katanya dia lihat pria itu. Pria yang bikin dia jadi jatuh cinta.

Risa ikut melihatnya dan ternyata pria itu adalah...Fukami?

Fukami selesai bicara dengan karyawannya dan mau kembali ke mobilnya.

Naccan bingung harus gimana. Apa dia harus menghampiri ke mobilnya biar bisa bicara?

Risa juga bingung harus gimana. Gimanapun juga dia harus ngasih tahu Naccan yang sebenarnya. Kalo Fukami adalah pacarnya.




Naccan mau keluar. Risa tahu-tahu menahan tangannya.

Naccan kesal karena pria yang dia suka pergi gara-gara Risa menahannya.

Risa mengaku nggak pingin bohong sama Naccan.

Naccan bingung maksudnya apaan.

"Pria itu adalah Fukami. Pria yang kencan  sama aku. Fukami"

Naccan syok. Dia menatap kepergian Fukami dengan mata kosong sementara Risa hanya bisa meminta maaf.



Naccan menarik tangannya dan tersenyum. Dia meminta agar Risa nggak bercanda. Dikiranya itu cuman kelucon aja. Dia kembali ke tempat duduknya dan berterima kasih pada Tuhan karena bisa tahu lebih awal. Dia jatuh cinta pada pandangan pertama dengan pacar sahabatnya. Tragis.

Risa berbalik dan menatap Naccan yang jelas-jelas lagi patah hati.

Risa juga kembali ke rempat duduknya. Fukami nelpon. Dia membalik ponselnya dan nggak berani ngangkat di depan Naccan.

13
Sudah jam 8 malam. Naccan akan menginap di tempatnya Risa.

Naccan menunjukkan ponselnya ke Risa. Sasami akan nikah. Menurutnya terlalu cepat nikah di usia 20.

Risa mengangguk. Dia tahu kalo Naccan pura-pura nggak terjadi apa-apa

Fukami nelpon lagi. Risa masih nggak enak mau jawabnya.


Naccan cukup pengertian. Dia bilang ke Risa mau mandi dulu.

Risa merasa nggak enak. Dia nggak tahu harus gimana. Naccan sangat pengertian.

Fukami? Risa mengangkat panggilan Fukami. Dia minta maaf karena nggak bisa ngangkat tadi.

Fukami bilangnya nggak masalah. Dia pingin ngomong sama Risa. Apa Risa ada di rumah sekarang?

Risa mengiyakan. Fukami memberitahu kalo belakangan dia sibuk jadi nggak bisa ketemu. Dia pingin dengar suaranya Risa.

Risa tersenyum. Dia sangat senang. Di saat kayak gini ... Mendadak Risa merasa kalo dia adalah orang jahat.

Bersambung...

1 comment: