Search This Blog

Monday, August 19, 2019

Sinopsis Coffee and Vanilla episode 3 part 2


All content from MBS




Warning: 18+ 

Pembaca harap bijak. Ok! Ok! Ok!


Fukami nyeritain awal keremuannya sama Risa. Saat itu dia lagi nyamar jadi karyawan yang lagi nyurvei kepuasan pelanggan.

Fukami melihat Risa nampak nggak suka minum kopi hitam. Mungkin karena rasanya yang pahit.

Fukami yang dari tadi merhatiin Risa tahu-tahu ngasih segelas kopi dan vanila ke Risa. Dia bilang ke Risa kalo mereka lagi ngundang beberapa pelanggan buat nyoba produk baru mereka.

"Apa anda mau nyoba juga?"




Risa mengiyakan. Ia meminumnya dan tersenyum karena rasanya sangat enak.

Fukami nanyain apa Risa selalu minum kopi hitam?

Risa bilngnya enggak. Sebenarnya dia nggak suka kopi. Fukami jadi panik dikiranya ada yang salah sama kopinya.

Risa membantahnya. Sebenarnya dia cuman mau nyoba tapi emang sudah dia duga kalo dia nggak suka.

Ia lalu meminum kopinya lagi dan rasanya sangat manis sampai membuatnya rileks.

Aneh, Risa tersenyum tapi ekspresinya kayak lagi sedih, rindu. Ia menyadari kalo Fukami lagi memperhatikannya lalu ia pamit.


Nggak tahu kenapa setelah hari itu Fukami jadi merasa sangat tertarik sama Risa. Sayangnya sejak hari itu Risa nggak pernah datang lagi. Sampai kemudian...

Fukami ngambil sebuah kertas dari sakunya dan meletakkannya di depan Risa.

Risa mengambilnya dan membacanya. Itu adalah tulisannya sendiri.



Karyawan yang aku temui hari ini
Aku datang dari tempat asalku ke Tokyo dan sudah harus beradaptasi. Saat aku lelah menjadi orang lain yang sangat beda dengan diriku, dia dengan baik hati membawakan segelas vanilla cappuccino untuk kucoba.

Aku sangat menyukainya. Rasa manis itu membuatku merasa tenang. Aku mengira kalo dia membuatkannya untukku karena merasa kasihan padaku.

Biarpun begitu aku ingin mengucapkan terima kasih.


Fukami merasa kalo Risa adalah gadis yang hangat yang dibesarkan di keluarga yang bahagia. Itulah kenapa dia pingin ngebuatin tempat yang bisa bikin Risa pulang ke rumah.

Tapi sayangnya Risa nggak pernah menganggapnya. Mungkin juga Risa malah sudah melupakannya.

Sebenarnya dia pingin ngelupain Risa setelah membuat tempat itu. Tapi dia nggak bisa.

Nggak tahu kenapa Fukami jadi sentimentil sampai mau nangis. Dia nutupin wajahnya pakai tangan, malu juga bilangnya ke Risa.




Risa tahu-tahu ngangkat tangannya dan megang lengannya Fukami.

"Ini mungkin pertama kalinya aku merasa sangat dekat pada Fukami"

Fukami menatap Risa yang senyum menatapnya. Dia berterima kasih pada Fukami karena sudah mengatakan semuanya. Dia seneng dengernya.

"Benarkah?"

Risa ngangguk.


Fukami tahu-tahu nyium keningnya Risa. Katanya dia nggak bohong soal jatuh cinta pada pandangan pertama sama Risa.

Kayak nggak pernah cukup tahu-tahu Fukami nyium bib*rnya Risa. NB: kata Subbernim kalo di manga nggak cuman ciuman doang. What???




Fukami sama Risa udah berdiri di dekat jendela melihat luar.

"Kamu ngerti sekarang kalo aku sangat cinta sama kamu?"

Fukami menarik Risa dan memeluknya.

"Aku selalu mimpiin ini jadi kenyataan. Bisa nggak kamu ngebiarin aku kayak gini sedikit lebih lama?"

Risa tersenyum ngeiyain.

"Aku nggak percaya dia mencintaiku sebesar ini"



Risa sama Fukami jalan keluar dari kafe sambil rangkulan.

Di depan ada orang nyebelin. Fukami kayak nggak suka gitu lihatnya.

"Akatsu..."

Akatsu merasa kalo Fukami menarik, bawa gadis sebelum pembukaan kafe.

Fukami nggak mau kalah.

"Ngapain CEO Akatsu daten kesini?"

Risa heran. Akatsu juga CEO?

Akatsu bangkit dan menghampiri mereka. Katanya dia penasaran seorang Fukami ngebuka kafe cuman buat seorang gadis. Dia penasaran kayak apa kafenya sama pingin kenal sama gadisnya juga.

Fukami langsung menarik Risa dan merangkulnya. Dia nyuruh Akatsu buat ngelupain dan lain kali lagi ngomongnya. Dia narik Risa dari sana dan pergi.

Akatsu kayak ngerasa tertantang.

Bersambung...

1 comment: