Search This Blog

Friday, August 30, 2019

Sinopsis Coffee and Vanilla episode 5 part 4


All content from MBS



Warning: 20+

Jadilah pembaca yang bijak (hehe tadi aku lupa ngasih warning. Gomen' 😊)

Ada yang menekan bel pintu. Risa meminta maaf pada Fukami. Dia meletakkan ponselnya lalu bangkit. Mungkin paket.

Risa melihat melalui interkom. Fukami? Risa rada kaget. Ia pun membukakan pintu.

Fukami menyapa Risa dan memberitahu kalo dia disana buat melihat Risa.


Begitu pintu terbuka Fukami langsung meluk Risa. Dia mengaku khawatir karena Risa nggak mengangkat telponnya.

Risa bingung. Apa yang harus dia lakukan? Fukami bertanya apa dia boleh masuk?

Risa mendorong Fukami. Mungkin nggak hari ini. Ia meminta maaf.

Fukami menanyakan apa yang terjadi? Risa membukakan pintu dan bilang akan nelpon Fukami nanti.


Fukami mendengar suara shower dan menjadi curiga. Di tambah lagi Risa nggak ingin dia ada di sana.

Ia menarik Risa dan mendorongnya ke dinding. Membelenggu tangannya dan menatapnya tajam.

"Kamu gadis nakal! Suara shower. Kenapa kamu mengusirku?"

Risa nggak berani bilang yang sebenarnya.

Fukami nyerah. Dia akan menanyakannya pada tubuhnya Risa.

Fukami nyium bibir Risa. Nggak cukup dia lanjut nyiumin leher Risa.

"Apa yang kamu sembunyikan dariku?"


Fukami mengancam kalo Risa nggak ngasih tahu yang sebenarnya maka dia akan melanjutkannya. Nggak masalah kalo orang lain lihat.

Fukami beralih ke kaki Risa. Risa memintanya untuk berhenti. Fukami sendiri nggak mau berhenti sampai Risa mengatakannya.

Risa menutup mulutnya rapat-rapat.

Naccan tahu-tahu manggil dan menanyakan samponya yang mana?

"Yang putih"


Keduanya lalu terduduk. Fukami langsung neminta maaf. Dia pikir ada pria lain.

Risa terkejut dengar Fukami berpikiran begitu.

Fukami merasa kalo sikap Risa sangat aneh. Di tambah lagi ia mendengar shower dan Risa menyenbunyikan sesuatu. Sekali lagi ia neminta maaf karena ia sangat berlebihan.

Risa meyakinkan kalo itu nggak akan terjadi. Fukami meminta maaf dan mengaku mengerti. Tapi tetap saja dia khawatir karena pacarnya sangat cantik.

.
Fukami menyandarkan kepalanya di kepala Risa dan meminta maaf lagi. Habis itu dia nyium Risa dan membelai rambutnya.

Sebenarnya dia pingin bawa pulang Risa. Tapi hari ini dia akan membiarkan Risa bersama dengan temannya.

Risa mengangguk dan meminta maaf.


Naccan keluar dari kamar mandi. Risa bangkit dan mau mandi juga.

Naccan menanyakan bukannya tadi belnya bunyi? Risa membenarkan dan memberitahu kalo itu paket.

Naccan duduk. Ia merasa kalo Risa sangat perhatian. Dan sebagai gantinya dia akan...




Risa langsung berbalik heran.

Ternyata Naccan tahu kalo Fukami tadi disana. Kenapa Risa menyembunyikannya?

Risa terdiam dan nggak bisa bilang apa-apa.

Naccan meletakkan bantalnya. Dia berterus terang. Kenapa semua berjalan baik kalo sama Risa? Itu nggak adil. Cuman Risa yang diterima di universitas dan jadi mkin cantik. Dan saat Risa sudah nemuin pacar yang tampan dan dewasa. Ditambah lagi dia orang yang sama yang membuatnya jatuh cinta.

Risa memberitahu kalo nggak kayak gitu. Ia menanyakan apa yang harus ia lakukan?

Naccan bangkit dan meminta Risa untuk meminjamkan Fukami padanya. Dia merasa nggak yakin aoa ia jatuh cinta pada Fukami tanpa melakukan apapun. Jadi biarkan dia berkencan dengan Fukami satu hari saja.

Risa menggeleng. Dia nggak bisa melakukan itu.

Naccan menambahkan kalo dia nggak masalah Risa ikut. Dia ingin mencobanya. Dia merasa nggak bisa nyerah gitu aja.

Risa ngangguk.


Akhirnya Risa mempertemukan Naccan dengan Fukami. Walaupun sebenarnya dia takut kalo Fukami nantinya akan jatuh cinta pada Naccan.

Fukami menatap mereka berdua.

"Haruskah kita berkencan bertiga?"

Bersambung...

3 comments:

  1. Lanjut ka.. bisa"nya risa😐

    ReplyDelete
  2. Lanjuttt kakkk..jgn lama2 yaa...adehh saking polosnya risa ini ma..tmnnya jga kbgetann..ihhh😬😬

    ReplyDelete