Search This Blog

Monday, September 2, 2019

Sinopsis Coffee and Vanilla episode 6 part 4


All content from MBS




Warning: 18+

Jadilah pembaca yang bijak. 


Ada yang menekan bel. Mungkin paket.

Fukami mengaku nggak papa dan nyuruh Risa buat mengambilnya dulu. Risa meletakkan ponselnya lalu jalan menuju pintu.

Ternyata memang ada paket dan itu dari Fukami. Risa membukanya. Sebuah parfum.

Fukami nyuruh Risa untuk mencium baunya.

Risa menurut. Ia membukanya dan menciumnya. Ia tersenyum. Itu aroma Fukami.

Fukami nyuruh Risa untuk membayangkan kalo sekarang dia sedang memeluknya.

Risa memejamkan matanya.

Fukami tahu-tahu datang dan memeluknya. Mereka sampai jatuh ke tempat tidur.

Fukami menyebut namanya. Ia merasa kalo Fukami benar-benar ada di sana.

Fukami mengatakan kalo dia nggak akan membiarkan Risa ngerasa kesepian.

Risa membuka matanya. Ia menanyakan gimana Fukami bisa tahu?

Fukami mengatakan kalo dia tahu. Ia adalah orang yang selalu mikirin Risa di dunia ini.

Walaupun mereka terpisah tapi Fukami tahu semuanya tentangnya.


Naccan datang ke kafe dan melihat Risa sedang melayani pelanggan.

Akutsu menghampirinya dan mengucapkan selamat datang. Kenapa Naccan sendirian? Naccan mengiyakan.

Akutsu duduk di sebelah Naccan dan menanyakan apa Naccan mau makan sesuatu?

Naccan menolak. Akutsu mengambil buku menu dan memberitahu kalo makanannya sangat enak.

Naccan mengaku nggak papa. Lagian dia nggak punya uang.



Akutsu menenangkan. Dia yang akan bayar.

Lah Naccan malah lebih nggak mau lagi. Terima kasih.

Akutsu nenghela nafas. Kucing yang nggak bersahabat. Naccan kan cuman seorang gadis. Setahkan saja semuanya padanya.

Naccan nggak membantah lagi dan berterima kasih.

Akutsu memberitahu kalo Risa sama sekali nggak melihatnya. Naccan menanyakan apa Akutsu serius tentang Risa?

Akutsu malas. Itu dulu.

Naccan memberitahu kalo dia juga gitu. Akutsu langsung menatap Naccan.

Mendadak Naccan jadi tampak sedih.

Akutsu menjentikkan jarinya. Yoshiki langsung datang. Akutsu memesan dua gelas wine.

Heh? Naccan langsung menatap Akutsu. Katanya mau traktir makan?

Akutsu merasa kalo Naccan kayaknya suka alkohol.



Risa pulang sendirian. Saat menuruni tangga ia merasa kalo ada yang mengikuti. Ia sengaja mempercepat jalannya.

Ia lalu menelpon Fukami. Fukami menanyakan apa Risa sudah pulang? Risa mengiyakan dan memberitahu kalo dia lagi di jalan.

Fukami merasakan ada yang aneh dan bertanya apa Risa baik-baik aja?

Risa melihat kalo orang tadi sudah nggak ada. Ia tersenyum lega dan memberitahu Fukami kalo hari ini dia membuat kesalahan lagi.

Risa merasa kalo ia nggak boleh memberitahu Fukami. Ia sudah dewasa dan harus mengatasinya sendiri. Ia memberitahu Fukami kalo ia baik-baik aja.

Fukami menutup telponnya. Ia merasa kalo ada yang aneh sama Risa. Ia lalu nelpon seseorang dan meminta tolong.


Akutsu mendorong Naccan dan menciumnya. Dia nggak nyangka. Tadinya dia mengira kalo Naccan akan menolaknya. Apa Naccan jatuh cinta padanya?

Naccan menunduk dan membantahnya.

Akutsu menarik wajah Naccan agar menatapnya. Itulah cara orang dewasa memberi kenyamanan satu sama lain. Ia lalu kembali nyium Naccan. Kereta api melintas.


Kafe sudah tutup. Risa sudah ganti baju. Yoshiki mengajaknya buat pulang bareng. Ia akan selesai sebentar lagi dan meminta Risa buat nunggu.

Risa tersenyum dan mengiyakan.

Yoshiki mau keluar. Dia berpesan agar Risa nggak pergi dulu.

Risa mengiyakan.

Tiba-tiba ada seseorang yang menarik Yoshiki.



Risa kaget. Seseorang yang nggak dia kenal masuk. Orang itu senang akhirnya bisa bersama Risa. Ia merentangkan tangannya dan meminta Risa nggak main petak umpet lagi dengannya.

Risa ketakutan.

Bersambung...

1 comment: