Search This Blog

Friday, September 6, 2019

Sinopsis Coffee and Vanilla episode 7 part 2


All content from MBS




Warning: 18+

Jadilah pembaca yang bijak. 

Fukami ngajak Risa ke apartemennya. Dia meluk Risa. Dia minta maaf karena sudah membuat Risa ketakutan.

Risa melepaskan pelukannya. Dia memberitahu kalo itu bukan salahnya Fukami jadi dia nggak perlu minta maaf. Dia sudah cukup dewasa.

Fukami menatap Risa dan memanggilnya. Ia menebak kalo Risa pingin mengatasinya sendiri. Risa bahkan nggak ngasih tahu dia.

Risa nggak bisa membantah karena apa yang Fukami bilang adalah benar. Ia mengangguk. Ia baru menyadarinya setelah Fukami nggak ada. Dan tanpa Fukami dia nggak bisa ngelakuin apa-apa.

Karena itulah ia berpikir harus lebih dewasa lagi. Dia ingin jadi wanita yang pantas di sisi Fukami. Jadi dia mulai kerja. Tapi semuanya malah berakhir kayak gini. Risa merasa kalo ia selalu bergantung pada Fukami kayak anak kecil.


Fukami membelainya dan melarangnya cepat dewasa. Risa menatap Fukami. Nggak tahu maksudnya.

Fukami ingin agar Risa hanya melihatnya. Hanya bergantung padanya. Nggak bisa hidup tanpanya.

Risa menggeleng. Dia merasa nggak bisa begitu.


Fukami bangkit dan jalan ke jendela. Dia memberitahu kalo selama ini dia lebih suka hidup sendiri. Jadi dia nggak mikirin apa-apa pas perjalanan bisnis.

Tapi sekarang beda. Biar cuma hari kedua,dia nggak bisa nunggu lagi buat balik ke sisi Risa.

Risa bangkit dan menghampiri Fukami.



Fukami berbalik lalu mendekap, nyiuminnya. Baru kali ini dia senang kembali pulang. Risa tersenyum dan manggil Fukami.

Fukami memberitahu kalo sekarang sudah waktunya. Mereka melihat ke luar. Ada kembang api.

Risa menanyakan apa ada perayaan kembang api hari ini?

Fukami memberitahu kako dia yang memesannya. Eh, Risa kaget dengarnya.


Fukami memutar tubuh Risa agar menatapnya.

"Risa, maukah kamu tinggal di sini bersamaku?"

Dia sudah memukirkannya dan merencanakannya selama perjalanan bisnis. Dan ia makin yakin setelah kejadian kemarin.

Risa masih ragu. Dia takut akan merepotkan Fukami lagi.

Fukami membantahnya. Ia meletakkan kepalanya di pundak Risa. Itu karena dia sangat mencintai Risa. Apa Risa nggak tahu gimana dia sangat terikat dengannya?

Ekspresi Risa yang malu-malu, dia yang begitu keras berusaha, gerak tubuhnya, suaranya bahkan udara yang ia hidup? Semua itu telah mengikatnya.

Hiks hiks Risanya nangis.



Fukami narik Risa dan memeluknya. Dia pingin Risa ada di dekatnya hari ini, besok dan selamanya. Dia ingin Risa tinggal bersamanya.

Air mata Risa menetes.

Fukami melepaskan pelukannya dan nungguin jawabannya Risa.

"Aku nggak bisa masak sebaik kamu"

"Nggak masalah"

"Aku juga nggak bisa bersih-bersih. Fukami kebih cepat darinya"

"Nggak masalah. Ada lagi?"

Risa kekeuh nggak bisa. Rumahnya terlalu mahal. Pun kalo mereka membaginya berdua dia tetap nggak bisa bayar.

Fukami tertawa. Masa iya dia nyuruh Risa buat bayar! Risa tetap nggak mau. Dia nggak mau Fukami menganggapnya anak kecil.


Fukami tahu-tahu mendekat dan nyium Risa. Ih, kembang apinya bagus.

Bersambung...

2 comments: