Search This Blog

Monday, September 2, 2019

Sinosis Coffee and Vanilla episode 6 part 3


All content from MBS



Warning: 19+

Jadilah pembaca yang bijak

Fukami ngasih tahu Risa kalo dia ada perjalanan bisnis minggu depan.

Risa mengaku ngerti.

Fukami melanjutkan kalo dia akan berada di luar negeri untuk sementara waktu.

Risa nggak bilang apa-apa.

Luar negeri?

Fukami/ Hongkong


Sudah 3 hari ini Fukami pergi. Risa kangen sama Fukami. Dia membaca pesan yang dikirim Fukami. Pingin ngirim pesan tapi ragu. Ia yakin kalo Fukami pasti lagi sibuk.

Ia merasa sangat kesepian.

Akhirnya dia hanya bisa mengingat kenangannya bersama Fukami selama ini.


Saat Fukami memangkunya.

Saat Fukami menciumnya.

Risa merasa kalo dia harus melakukan sesuatu atau dia akan gagal jadi pacarnya Fukami.


Risa ketemuan sama Naccan. Dia bertekad buat melakukan sesuatu semampunya.

Naccan menanyakan apa yang akan Risa lakukan?

Lah ternyata Risa juga nggak tahu dia mau ngapain.

Naccan tersenyum. Ia mengingatkan kalo sekarang Risa punya banyak waktu luang.

Risa meminta Naccan buat nggak mengatakan hal itu.



Yoshiki datang membawakan minuman.

Risa mau mengenalkan Naccan ke Yoshiki tapi ternyata Yoshiki sudah tahu duluan tentang Naccan.

Risa lalu mengenalkan Yoshiki ke Naccan. Dia kerja disana dan mereka dari universitas yang sama.

Naccan kagum banget sama Yoshiki yang bisa kerja di tempat bagus kayak di sana.

Yoshiki mengatakan kalo dia dengar Naccan juga bekerja paruh waktu?

Naccan mengiyakan. Tapi nggak sebagus kafe itu.

Obrolan antara Naccan dan Yoshiki membuat Risa jadi pingin kerja juga.

Naccan merasa kalo itu bagus.

Yoshiki menyarankan agar Risa kerja di sana aja. Kebetulan sekarang mereka lagi kekurangan orang.


Naccan mengkonfirmasi kalo itu bukannya kafenya Akutsu? Risa mengangguk.

Naccan melanjutkan kalo bukannya Akutsu itu orang yang maksa nyium Risa? Eh,Yoshiki kaget dengar Risa dicium.

Naccan melarang Risa buat kerja di sana. Risa nggak akan tahu apa lagi yang akan dilakukan Akutsu nanti.


Akutsu tahu-tahu datang dan menutup mulutnya Naccan. Dia ngasih tahu kalo suaranya Naccan terlalu keras.

Risa mengenalkan Naccan ke Akutsu. Natsuki temannya dari tempat asalnya. Yoshiki menanyakan tentang ciuman itu.

Akutsu nggak menanggapi. Dia memberitahu Risa kalo mereka sedang mencari karyawan paruh waktu.

Risa memperhatikan tempat itu.



Naccan berusaha mempengaruhi agar Risa nggak usah kerja di sana.

Akutsu nyuruh Naccan buat gabung kerja di sana juga kalo emang dia khawatir. Naccan menolak.

Yoshiki masih pingin dengar kebenaran tentang ciuman itu.

Risa memantapkan hatinya dan bilang ke Akutsu kalo dia akan kerja di sana.

Naccan protes. Risa nggak boleh melakukannya.

Akutsu buru-buru nutup mulutnya Naccan lagi biar Risa nggak berubah pikiran.

Di belakang ada pria yang pakai topi lagi melihat mereka.



Risa mulai bekerja. Ia tersenyum pada setiap pelanggan.

Di ruang staf

Yoshiki kengaku nggak nyangka Risa kerja di sana.

Risa memberitahu kalo dia teetarik sama restoran dan kafe.

Keduanya memindahkan box ke atas meja. Yoshiki mengingatkan kalo Fukami juga bekerja di bidang itu.

Risa memberitahu kalo itu juga salah satu  yang jadi alasannya. Menurutnya makanan dan minuman yang enak bisa membuat orang menjadi lebih bahagia.

Yoshiki mengiyakan. Dia juga nerasakan yang sama.

Risa mengingatkan kalp Yoshiki juga kan kedepannya pingin buka kafe juga.

Yoshiki nggak nyangka kalo Risa masih ingat tentang hal itu.

Risa tersenyum dan mengangguk. Ia merasa kalo ia juga harus melakukan sesuatu.

Yoshiki mengalihkan. Dia mengingatkan kalo dia juga menyatakan perasaannya pada Risa. Ingat?

Risa langsung terdiam. Diingetin tentang hal itu membuatnya merasa nggak nyaman.


Yoshiki duduk. Dia nggak masalah selama Risa masih bisa bersamanya


Risa telponan sama Fukami. Dia cerita kalo sekarang ketja paruh waktu. Ia merasa kalo itu bagus. Ia jadi bisa belajar dari pengalaman hidupnya.

Dalam hati Risa penasaran tentang perasaan Fukami yang sebenarnya. Apa Fukami beneran nggak keberatan?

Fukami terserah Risa aja. Risa mengulangi, Fukami nggak keberatan?

Fukami mengatakan kalo karyawan di sana benar-benar dididik dengan baik. Ia rasa itu adalah tempat yang bagus buat kerja paruh waktu.

Biarpun gitu Risa masih nggak tenang. Apa Fukami beneran nggak keberatan dia kerja di kafenya Akutsu dan bersama Yoshiki?

Fukami manggil Risa karena Risa nggak bilang apa-apa.

Risa mengatakan kalo dia baik-baik aja.

Bersambung...

No comments:

Post a Comment