Sinopsis Dear My Secretary Episode 3

Anysti
7 minute read
0

All content from TrueID








Ringkas drama sebelumnya


Preem kekuil saat tahun baru Cina bersama dengan teman-temannya. Mereka memaksanya untuk diramal meski Preem nggak mau. Anehnya peramalnya tahu tentang pekerjaan Prem dan menyuruhnya untuk menjalaninya dulu. Dan tentang keuangan nggak ada masalah karena rumahnya baru saja kembali. Teman-teman Preen makin penasaran dan menanyakan tentang pasangan Preem. Kata peramalnya jodoh Preem ada di depan matanya. Ada benda merah yang mengikat keduanya. Selain Preem, peramal juga nyuruh Kiaew untuk berhati-hati dengan kakinya. 


Sementara itu dirumah keluarga Thee, perayaan tahun baru tampak sangat  meriah. Banyak keluarga yang hadir. Kakek yang nggak melihat Thee menanyakannya ke orang tuanya. LahThee aja nggak mau menjawab telponnya saat ayahnya menelpon. Ia malah mengalihkannya ke nomornya Preem. Ayah sampai bingung kenapa telponnya dijawab sama Preem. Ia minta Preem untuk menghubungi Thee dan menyuruhnya ke tempat  acara. 


Preem pun menelpon Thee. Dan menyuruhnya untuk datang ke acara keluarganya. Ih kaget. Kiaw jatuh di got. Ia pun dilarikan ke rumah sakit. Thee kembali menelpon Preem dan menanyakan yang terjadi. Ia minta lokasi rumah sakitnya dan bilang akan segera ke sana. Lah mau ngapain? 


Saat mau membelikan minuman untuk Kiaw, Preem bertemu dengan seorang pria yang mengingatkannya pada apa yang dikatakan peramal kalo jodohnya ada di depan matanya. Pria ini juga menarik Preem saat ada petugas yang membawa tempat tidur. Setelahnya Thee menelpon dan memberitahu kalo ia sudah sampai. 




Di kuil sedang ada pembagian mie gratis. Mai mau ikut mengantre dan bertemu dengan Kawee. Kawee nggak mau mengaku kalo ia ikut mengatre mie gratis dan malah bilang kalo ia hanya mau mempelajarinya. Ih padahal ia bawa nomor antrian. Ia sampai bertengkar dengan seorang bapak-bapak gegara nomor. Kawee dan bapak itu masing-masing nomor 6 dan 9 tapi mereka berebut nomor 6 dan bersikeras yang lain adalah nomor 9. Gegara saling tarik menarik akhirnya mie yang sudah jadi itu terlempar dan mengenai kepala Mai. Setelahnya Kawee bukannya minta maaf tapi malah kabur. 




Thee membawakan buah untuk temannya Preem. Setelahnya ia mengajak Preem untuk datang ke acara keluarganya. Saat Preem menolak dengan alasan bukan keluarga, Thee bilang kalo banyak juga yang datang tapi bukan keluarga. Hanya untuk cari muka. Saat Preem bilang nggak punya baju, Thee ternyata sudah menyiapkannya. 


Sampai di sana ia pun menyapa kedua orang tuanya kemudian disuruh untuk menyapa kakek. 


Orang yang  ketemu sama Preem tadi mengambil obat penghilang stres dan juga obat tidur. Setelahnya ia melihat unggahan paman yang juga datang ke acara keluarga Thee. 









Paman itu mau mengenalkan Thee dengan orang yang datang bersamanya tapi Thee sama sekali nggak tertarik dan bilang kalo waktunya sudah habis ia gunakan bersama dengan Preem. Preem yang merasa nggak nyaman akhirnya pamit. Thee menyusulnya. Preem kesal pada Thee yang menyuruhnya datang karena ingin menghindari perjodohan. Thee merasa nggak peduli dengan itu tapi Preem sangat terganggu dan membuat ayah Thee memiliki pandangan buruk terhadapnya. Thee nggak bisa apa-apa dan membiarkan Preem pergi dengan taksi. 


Setelahnya pria yang ketemu sama Preem di rumah sakit datang dan menanyakan siapa wanita yang tadi bersama dengan Thee. Ia sangat ingin melihatnya. Thee mengabaikan pria itu kemudian masuk. 


Pria tadi adalah Tham. Ia adalah kakaknya Thee. Sesampainya di dalam ia menyapa ayah kemudian menemui kakek. Sepertinya kakek nggak menyukai kedatangannya. Tham datang  ke Thailand sehubungan dengan bukunya yang akan dirilis di sana. Tanpa melihat Tham, kakek menanyakan tentang penyakitnya. Apakah sudah sembuh? 


Thee mendengar paman dan beberapa temannya membicarakan tentang keluarganya. Tham yang sakit dan suka mengamuk dan Thee yang belum juga menikah. Kalo terus seperti itu maka perusahaan akan jatuh ke tangan keluarga lain. Thee menyindir mereka yang menurutnya bau sampah. 


Setelahnya Thee menyendiri di balkon. Tham menghampirinya dan memberitahu kalo kedatangannya ke Thailand selain merilis buku juga untuk memaafkan Thee. Thee mengabaikannya dan meninggalkannya. Ibu melihat dari kejauhan kedua anaknya itu. 







Sementara itu Preem menghadiri acara ulang tahun temannya. Mendadak seorang pria melompat ke kolam renang untuk menyelamatkan seekor anjing yang tercebur dan nggak bisa berenang. Dia adalah Tawan, seorang dokter hewan. Kebetulan dia memakai baju merah sehingga membuat teman Preem berpikir kalo dokter Tawan adalah jodohnya. 


Thee merasa  nggak tenang memikirkan Preem yang ia pikir sedang marah padanya. Padahal Preem sedang asik mengobrol dengan dokter Tawan. Saat Thee berniat menghapus pesan yang mau ia kirim ke Preem, secara nggak sengaja ia malah mengirimkan huruf terakhirnya ke Preem. K. Preem bingung apa maksudnya dan menanyakannya ke Tawan. Dari salah kirim, kangen atau si pengirim sedang sakit sehingga nggak bisa menulis pesan secara utuh. 


Mendengarnya membuat Preemm khawatir. Ia segera menelpon Thee. Thee yang sedang minum jadi keselek saat tahu Preem yang nelpon. Preem juga jadi berpikir kalo Thee sakit gegara mendengarnya terbatuk. Apalagi saat Thee mau berdiri secara nggak sengaja kakinya terantuk meja dan membuat Preem semakin cemas mendengarnya mengaduh. 


Thee merasa senang saat tahu kalo Preem akan datang ke rumahnya. Ia pura-pura sakit dan terpeleset. Ih malah terpeleset beneran. Preem lalu datang bersama dengan petugas ambulans dan segera membawanya ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit Preem menanyakan arti dari pesan K-nya. Thee mengatakan kalo ia ingin mengirim pesan ke Preem tapi malah  terpeleset. Ia mau membicarakan tentang pekerjaan tapi tahunya Preem sudah menyelesaikan semua pekerjaannya. Dan saat dengar kalo tadi Preem sedang kencan, Thee merasa kesal. Preem nggak ingin membicarakan tentang hubungannya dan disuruh untuk pulang sama Thee. 







Hari berikutnya Thee sudah berangkat ke kantor. Preem nyuruh Mai untuk mempelajari dokumen kontrak sementara ia ke ruangan Thee dan memakaikannya dasi. Ia kembali menanyakan maksud dari pesannya semalam tapi Thee nggak mau ngasih tahu. Begitu juga saat Thee menanyakan dengan siapa Preem berkencan semalam. 


Mai melihat kedekatan mereka dan menanyakannya ke rekan yang lain. Apa Preem dan bos punya hubungan? Mereka malah tertawa. Pun kalo ada hubungan maka itu sudah terjadi sejak dulu, bukan saat Preem akan berhenti dari pekerjaannya. 


Preem sedang di luar bersama klien. Ia bertemu dengan Tawan dan dilihat sama Phat. Phat nyuruh  Fa, sekretarisnya untuk mengambil gambar mereka. Ia lalu menunjukkannya ke Thee. Thee tampak marah sampai meremas ponselnya Phat. Meski begitu ia nggak mau mengakui kalo ia sedang marah. 





Tanpa sadar Thee berjalan ke supermarket. Ia melihat wanita yang sedang pegang bunga dan jadi punya ide untuk ngasih bunga ke Preem. Malamnya ia menunggu Preem di depan rumahnya. Saat melihat Preem diantar sama Tawan, ia segera menghampiri mereka. Sebagai atasannya Preem ia nyuruh Tawan untuk pulang karena ada yang mau ia bicarakan dengan Preem. 


Sebenarnya itu hanya alasan saja. Intinya ia nggak suka Preem dekat dengan pria lain. Meski Thee nggak mau mengakuinya tapi Preem bisa menangkap perasaannya. Thee menghadiahkan banyak bunga di bagasinya untuk Preem. Preem langsung menangis dan bersin-bersin. Thee merasa nggak enak. Mereka bekerja bersama 9 tahun tapi ia bahkan nggak tahu kalo Preem itu alergi serbuk bunga. Kenapa saat ia mengetahuinya tapi Preem malah mau berhenti bekerja. Preem mengambil satu tangkai bunga untuk menghargai ketulusan Thee. 


Di kamarnya Preem memandangi bunga dari Thee dan teringat pada pangerannya. Ia sampai memimpikan saat pangeran mengantarnya pulang. Sayangnya ia keburu bangun sebelum pangeran sempat menyebutkan namanya. 




Thee histeris melihat pengikat kabel. Ia sampai keringat dingin dan wajahnya pucat. Preem segera mengguntingnya dan membuangnya. Ia juga memarahi Mai yang lalai. Selanjutnya ia memberikan teh pandan ke Thee agar ia bisa merasa tenang. Ia janji kalo hal kayak tadi nggak akan terjadi lagi. Thee membalikkan kalo Preem bahkan akan meninggalkan pekerjaannya. 







Sorenya ada pertandingan voli antar karyawan. Thee menyaksikan pertandingan itu meski Phat bilang sebelumnya ia nggak pernah menonton. Preem satu tim dengan Bom dan Kawee. Saat Preem berpelukan denganKawee setelah tim mereka mendapat tambahan poin, Thee merasa cemburu. Ia bahkan turun ke lapangan dan ikut bermain jadi satu tim sama Goodie. Ia bermain sekuat tenaga melawan tim Preem. Sampai saat ia tiba-tiba terjatuh dan mengalami cedera. 


Permainan langsung selesai. Preem sangat mengkhawatirkan Thee dan minta pak Yong untuk segera membawa Thee ke rumah sakit. Sekembalinya ke rumah, Preem mengompres kaki Thee seperti yang dikatakan dokter. Ia sempat melihat bekas luka di pergelangan kaki Thee tapi nggak menanyakannya. Ia juga menyalahkan Thee yang ikut main segala. Thee jadi kesal mengungkit Preem yang peluk-pelukan sama Kawee. Sekalian aja Preem membuat Thee makin kesal dengan bilang kalo nggak masalah ia pacaran sama Kawee dan menikah. 


Thee kesal dengarnya dan menarik Preem. Sambil menatapnya ia bilang kalo Preem hanya boleh menikah dengannya. 


Ringkas drama selanjutnya

Posting Komentar

0Komentar

Chingu, silakan berkomentar sesuai konten dengan kata-kata yang sopan dan jangan spam, ya😊😊😊

Posting Komentar (0)