Sinopsis Brewing Love Episode 3

Anysti
6 minute read
0

All content from ENA








Ringkas drama sebelumnya


Minju kaget lihat ternyata yang naik tangga adalah Yongju. Ia berusaha mencegahnya memotong rumput tapi Yongju tetap melakukannya. Apalagi saat Minju menelpon Chanhwi untuk bekerja paruh waktu tapi Chanhwi nggak bisa. Chan Hwi sendiri ada di depan kantornya Areum. Saat mau pergi ia malah ketemu sama Areum. Ih lupa namanya. Saat ia memanggilnya Areumdaun, Areumnya nengok tapi Chan Hwi malah berbalik. Setelah melihat Areum, Chan Hwi pun memutuskan untuk tetap di sana. 


Yongju terus bekerja sambil memperhatikan Minju. Minju nggak suka dengan suara bising, ia sangat sensitif, ia nggak suka dengan label di pakaiannya makanya ia mengguntingnya dan membuat pakaiannya menjadi berlubang. Saat para ibu sedang beristirahat, Minju melihat Yongju masih bekerja. Ia mengantarkan minuman dingin untuknya. Saat mau mengambilnya, Yongju malah kesandung. Minju siap mau menangkapnya tapi Yongju malah kembali berdiri dengan kekuatan perutnya. Para ibu kecewa nggak bisa lihat adegan romantis. 


Setelahnya Minju mau kembali tapi malah kesandung. Kata para ibu, Minju memang sering menabrak sesuatu. Minju malu banget. Ia lalu bilang kalo sekarang waktunya makan siang. Padahal belum jamnya. Para ibu mengeluarkan makanan dan mengajak Yongju ke ruang istirahat mereka. Tempatnya dingin dan sangat nyaman. Minju sendiri yang menyiapkan untuk mereka. Yoon Minju orang yang perhatian. 


Minju juga sedang makan sama Foto (kucingnya). Ia merasa nggak tahan lihat  Yongju seharian ini dan mau mengusirnya nanti sore. 




Areum dipanggil sama ketua timnya dan didesak agar segera mendapatkan Yoon Minju. Jangan sampai keduluan sama Yongju. Setelahnya para rekannya mengajaknya makan tapi ia menolaknya. Katanya sedang diet. Saat keluar ia mencium aroma lezat  dari truk makanannya Chan Hwi. Chan Hwi membuatnya satu porsi roti panggang dengan ekstra isian dan Areum sangat menikmatinya. Para rekannya lewat dan ia refleks menunduk karena nggak mau mereka melihatnya. Chan Hwi memahaminya dan segera menurunkan tirainya. Lah rotinya langsung habis dimakan sama Areum. Chan Hwi menawarkannya satu  porsi lagi dan Areum pun mengangguk. 








Minju ke ruang kerja dan melihat Yongju telponan sama neneknya. Melihat Yongju kepanasan, ia pun menyalakan kipas angin. Ia juga memberikan es kopi saat Yongju berharap bisa minum kopi dingin. Setelah menghabiskan kopinya, Yongju bisa makan roti isi krim. Seperti sudah tahu, Minju langsung memberikannya. Saat makan, rambut Yongju terasa mengganggu. Minju yang sudah menyiapkan karet gelang kuning sigap mengikat rambut Yongju menggunakannya. 


Para ibu datang dan meledek mereka. Minju menjadi gugup kemudian menyuruh Yongju untuk pergi karena membuatnya nggak nyaman. Yongju protes. Apa ia sejelek itu? Ia pergi sambil ngedumel dan membuat Yoon Minju merasa nggak enak. Apalagi para ibu juga memarahinya karena mengatakan hal itu ke Yongju yang sudah membantunya. 


Yongju nggak lantas pergi begitu saja. Ia ke pub dan meminum semua bir yang ada di sana. Tujuannya ingin membuat Minju menemuinya. Benarsaja, pak kepala desa menelpon Minju dan memintanya datang. Saat Minju datang, ia mendengar Yongju cerita ke kepala desa tentang pekerjaannya di Busan. Ia akan melakukan apapun untuk menyelamatkan para rekannya yang ada di sana. 


Melihat Minju sudah datang, kepala desa pun pergi untuk memesan bir di acara festival. Ia juga memasang spanduk untuk acara itu. 


Yongju menanyakan alasan Minju nggak tahan melihatnya. Minju memarahi Yongju yang terlalu keras pada diri sendiri. Saat ia terus menggerutu, Yongju malah tidur. 





Para ibu  berharap Yongju akan kembali. Mereka lalu melihat Minju naik motor dengan sesuatu di belakangnya. Ternyata Yongju membonceng dengan diikat sama spansuk sama Minju. Akhirnya Minju menyatakan kalo ia menyerah. 


Orang-orang sibuk menyiapkan acara festival bir. Yongju yang ditidurkan di belakang akhirnya bangun. Ia melihat acara yang disiapkan orang-orang dan ikut membantu. Minju datang bersama para ibu. Melihat Yongju ia pun menghindarinya tapi Yongju malah terus mendekat. Yongju membantu Minju membuat mahkota karangan bunga. Para ibu menariknya dan menyuruhnya untuk mencari tanaman Ragwort Fischer di hutan. Loh bukannya itu hanya ada di bulan Juni? Para ibu bilang kalo itu hanya alasan. Yongju pun pergi. Baru juga masuk hutan ia langsung menemukan apa yang dicarinya. 


Setelahnya para ibu menemui Minju dan memberitahu kalo Yongju masuk ke hutan. Sebentar lagi malam dan dia masih belum kembali. Minju terkesan nggak peduli. Yongju orang yang kuat. Ia pasti bisa mengatasi babi hutan. Tapi saat para ibu mengatakan tentang Yongju yang hanya punya nenek, Minju jadi nggak tega. Ia pun ke hutan dan mencari Yongju. Khawatir banget kalo-kalo Yongju jatuh ke jurang. 






Akhirnya ia menemukan Yongju di depan gubuk tua. Yongju mencoba menyalakan api menggunakan jam tangannya. Keduanya duduk di depan api. Sambil menghangatkan diri, Yongju menanyakan alasan Minju nggak suka melihatnya. Minju mengeluhkan Yongju yang nggak mendengarkannya sebelumnya karena tertidur. Yongju yang memang nggak ingat terus aja nyerocos minta Minju marah padanya atau gimana biar dia tahu alasannya. 


Dengan tenang Minju minta Yongju untuk bernafas. Ia terlalu emosi. Minta orang lain untuk marah padahal sebenarnya nggak ingin itu terasa nggak nyaman bagi orang lain. Yongju mengambil nafas dan menjadi lebih tenang. Ia pun meminta maaf. Minju memberitahu kalo Yongju terlalu memaksakan diri seperti dirinya yang dulu. Ayahnya adalah seorang tentara. Seperti ayah lainnya, ia ingin anak laki-lakinya menjadi orang yang gagah. Tapi anak di hadapannya terlalu sensitif dan menanginya apa yang ada di depannya. Saat masih sekolah, Minju selalu membantu temannya yang sedang kesulitan tapi senyum yang mereka tampakkan setelahnya terlihat menakutkan. Ia sampai bertanya pada ibunya, kenapa ia berbeda dengan anak lain? Sambil senyum ibu memberitahu kalo semua orang itu berbeda. Minju menjadi lebih santai. Ia tersenyum. Nggak lama kemudian ibunya meninggal karena sakit. Minju sangat terpukul. Ia menangis sambil memegang kamera ibunya. Tapi kemudian ayahnya datang dan memukulnya. Minju pun terjatuh ke tempat yang sangat dalam dengan luka yang dalam pula. 


Saat Minju mengatakan kalo sepatu yang ia pakai mengingatkannya pada harapan ayahnya, Yongju langsung melepas sepatunya. Ia merasa kalo pasti nggak mudah mengatakan semua itu. Minju juga cerita tentang kejadian 6 tahun yang lalu saat ia diselamatkan sama seseorang. Orang itu juga membawanya ke rumah sakit. Ia mengatakan agar Minju menangkis semua yang merugikannya untuk melindungi dirinya sendiri. Tapi menurut Yongju, orang yang seperti itu adalah orang yang nggak mau menghadapi tantangan. 


Minju merasakan ada kesedihan saat Yongju menjelaskan maksudnya. Ia yang selalu menutup hidungnya saat mulai emosional. Yongju nggak mau mengakuinya. Ia memakai kembali sepatunya dan duduk di gubuk. Bahkan ia tidur sambil duduk. Minju mencari kayu bakar kemudian duduk di samping Minju. Ia akan ada di sampingnya dan meminta Yongju untuk beristirahat. Ia menarik lengan baju Yongju dan membiarkannya tidur di pundaknya. 






Areum telponan menanyakan nilainya. Ia mendapatkan nilai A- gegara orang tuanya. Mereka bahkan nggak menjawab saat ia pamit mau berangkat. Areum kembali datang ke tempat Minju. Ia mengumpulkan kepala desa dan yang lain dan berusaha membuat mereka memihaknya. Ia menjanjikan akan membuat mereka menghasilkan banyak uang dan bilang kalo Yongju hanya akan membawa Yoon Minju. 


Mendengarnya membuat mereka kesal. Yongju dan Minju kembali dari hutan. Kepala desa dan yang lain menganggap Yongju sebagai wanita jahat. Mereka menarik Minju dan kepala desa melemparkan garam ke Yongju. Katanya itu adalah karma untuknya. Minju melihat ekspresi Yongju kemudian menghampirinya. Ia memihak Yongju. 


Ringkas drama selanjutnya

Posting Komentar

0Komentar

Chingu, silakan berkomentar sesuai konten dengan kata-kata yang sopan dan jangan spam, ya😊😊😊

Posting Komentar (0)